“POES
CRAFT”, SANG MAESTRO KERAJINAN TANGAN
YANG MENDUNIA
Oleh
Raden Bimo Wicaksono
Meski
berbisnis kerajinan tangan (handicraft)
masih awam dan jarang bagi orang-orang yang menjalaninya di Indonesia khususnya
Jakarta, ternyata bisnis ini cukup menguntungkan bagi orang-orang yang
menekuni. Handicraft sendiri
merupakan sebuah kegiatan seni yang menitikberatkan kepada keterampilan tangan
dan fungsi untuk mengolah bahan baku menjadi benda-benda yang tidak hanya
bernilai pakai tetapi juga bernilai estetis. Handicraft ini bisa berasal atau
terbuat dari bahan dasar yaitu tanah, batu, kain, logam, kayu, dan sebagainya. Meski
tergolong baru, berbisnis ini apabila ditekuni akan menghasilkan banyak uang.
Apalagi bagi mereka yang memiliki hobi yang berkaitan dengan karya seni.
Pagi
yang cerah di hari Jumat berkah, sebuah rumah minimalis berlantai dua dilengkapi
berbagai ornamen hiasan dinding rumah yang unik menandakan kreatifitas yang
berkualitas dan dilengkapi oleh pemandangan penghijauan halaman rumah yang
teduh. Sosok seorang ibu berpenampilan sederhana dengan senyuman ramah
menyambut kami untuk berdiskusi tentang kerajinan tangan (craft). Ibu tersebut
bernama Ratih Puspitawati. Beliau merupakan salah satu dari 21 orang nominasi Ibu
Ibukota Awards Tahun 2019.
Beliau
adalah pendiri dan perintis usaha kerajinan tangan yang disebut “Poes Craft”.
Kisah beliau dalam menjalani dan membangun Poes Craft ini cukup panjang. “kerajinan
Poes Craft ini awalnya dari sebuah hobi saya yang senang membuat sesuatu benda,
seperti dari bahan bahan batu dan payet yang dirangkai menggunakan kawat atau
semacamnya menjadi bentuk kalung, gelang, dan sebagainya”, ujar Ibu Ratih
mengawali diskusi. Nama Poes Craft diambil dari nama belakang beliau yaitu Puspitawati,
menjadi unik dan agar mudah diingat oleh orang-orang yang nantinya akan
mengagumi karya-karya beliau.
Sebagaimana
lazimnya sebuah usaha, beliau mencoba membangun Poes Craft dengan modal awal
yang tidak banyak. “saat tahun 2002 itu, saya mempunyai modal awal sekitar Rp
200.000 dan kemudian saya mencoba menjalaninya dengan sabar dan tekun hingga
berhasil sukses sampai saat ini”, ujar Ibu Ratih sambil menunjukkan karya handicraft
pertama kali yang beliau ciptakan. Ibu Ratih tidak sendiri dalam merintis usaha
Poes Craft ini. Pada awalnya beliau dibantu oleh asisten rumah tangganya
sebanyak 2 (dua) orang. “Mereka membantu saya setelah selesai melaksanakan
pekerjaan rumah yaitu antara pukul 10.00 sampai dengan pukul 14.00, jadi bisa sambil mengisi waktu luang di
rumah, Mas”, terangnya. Seiring berjalannya waktu selama 7 tahun, beliau telah
memiliki karyawan sebanyak 30 orang dan faktor yang cukup berpengaruh adalah
tergantung dari jumlah pesanan barang (craft),
jika semakin banyak pesanan yang diajukan maka jumlah karyawan akan disesuaikan
sehingga pesanan dapat segera diselesaikan. “Kita harus mengutamakan pemesan
dengan pelayanan terbaik karena sesuai dengan pepatah klasik yang menyatakan
bahwa pembeli adalah raja”, ujar Ibu Ratih.
Momentum
yang cukup menarik dan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan usaha Poes Craft
yang telah dirintisnya adalah ketika 13 tahun yang lalu, yaitu sekitar bulan
Mei tahun 2007, beliau mendapatkan pesanan craft
dari Butik Safira. Jumlah pesanan yang diajukan sekitar ribuan dari berbagai
jenis barang craft hasil kreasi
beliau. Tentu hal ini membuat Ibu Ratih sangat bersyukur dan menjadi sebuah
pengalaman yang berkesan. “Coba Mas, bayangkan, mendapat pesanan dari butik
terkenal seperti Safira jumlahnya ribuan, itu bisa kebayang kan seperti apa. Pesanan
tersebut tidak langsung saya jawab karena saat itu saya sedang masa perawatan
dan kira-kira pada tanggal 13 Juni 2007, saya baru selesai operasi kanker dan
kemudian atas doa restu dan dukungan dari suami tercintanya, saya menyanggupi
dan menyelesaikan pesanan dari butik Safira, itu pengalaman yang bener-bener gak terlupakan, Mas”, ungkap
Ibu Ratih sambil memperlihatkan album dokumentasi dari butik Safira. Matanya
berkaca-kaca dan beliau terharu mengenang peristiwa tersebut. Beliau kembali
bercerita, “Butik Safira saat itu adalah brand
yang sangat terkenal dan saya tidak menyangka bahwa butik Safira ingin karya
Poes Craft saya menjadi produk yang berada di etalase butiknya”.
Poes
Craft ini secara konsep dasarnya adalah produk kerajinan tangan (handicraft
atau handmade) yang membutuhkan kreatifitas, inovasi, dan “sentuhan ajaib” –
disebut juga ketekunan atau ketelatenan jari jemari tangan dalam membuat produk
– dari sang maestro pembuatnya. Ibu Ratih sebagai owner pun selalu memikirkan dan merancang bagaimana agar produk
yang dihasilkan akan diminati oleh pembeli atau konsumennya. Bahan baku utama
dari produk Poes Craft ini adalah batu dan payet. Beliau berkata, “pembuatan
produk Poes Craft ini ditentukan oleh kualitas bahan baku, bahkan jika memang
diperlukan memakai bahan baku yang tidak ada di sini dan harus diimpor dari
luar negeri, tentu saya akan mendatangkannya. Kualitas bahan baku yang baik
maka akan menghasilkan produk terbaik”.
Ibu
Ratih juga merancang pemasaran produk
Poes Craft ini menjadi sebuah sistem yang tertata dengan baik. Beliau mempunyai
tim yang terdiri dari koordinator dan perajin. Sebagai contoh ketika ada sebuah
pesanan craft tertentu kemudian beliau merancang konsep, bahan baku apa yang
dipakai dan tema apa yang cocok untuk pesanan craft tersebut. Setelah itu pada
tahap berikutnya adalah beliau melakukan belanja bahan baku. Bahan baku ini terdiri
dari 3 (tiga) kelompok besar yaitu kawat/wire/beading; payet/beading payet; dan fabrics/kain-kain.
Bahan baku ini terkadang ada yang sulit diperoleh, bahkan sampai harus ke luar
negeri, beliau pun akan mencari bahan baku tersebut. “pernah saya saking niatnya untuk impor dari negara
Jepang dan Eropa karena bahan baku itu jarang ada di sini, Mas”, ungkap beliau.
Setelah tahap belanja bahan baku, kemudian beliau melakukan koordinasi dengan
para koordinator untuk persiapan proses pembuatan produk craft, termasuk
pematangan konsep, desain, dan tema. Ketika tahapan koordinasi telah dilakukan,
koordinator menugaskan para perajin untuk membuat pesanan hingga selesai
menjadi produk Poes Craft.
Beliau
bercerita, “dalam mengerjakan pesanan ini, kendala yang dihadapi salah satunya
yaitu desain. Kalau ditanya kenapa, yaa
karena saya belum bisa untuk membuat desain sendiri yang sesuai dengan kemauan
saya. Desain dan tema masih menggunakan berbagai referensi baik dari dunia
fashion maupun literatur seni lainnya. Itulah yang menjadi tantangan bagi saya
untuk nantinya bisa menciptakan desain sesuai keinginan saya, mimpi itu masih
ada sampai sekarang dan akan saya wujudkan”. Selanjutnya beliau juga mengatakan
banyak suka dan duka yang telah dilalui selama merintis dan membangun usaha
Poes Craft ini. “kalau Mas bertanya
antara suka dan duka, yaa lebih
banyak sukanya, karena saya memegang prinsip bahwa yakinlah pertolongan Allah
itu pasti selalu ada ketika kita sedang menghadapi kesulitan, hadapi dengan
kesabaran, ketekunan, semangat, rasa ikhlas, dan yakin semua akan ada solusinya”.
Sampai
sekarang karyawan yang bekerja sebanyak 15 orang dan dalam satu bulan dapat
menghasilkan karya craft sekitar 100
sampai 500 produk tergantung dari tingkat kesulitan pembuatannya. “Alhamdulillah,
Mas sampai sekarang Poes Craft ini bisa menjadi inspirasi dan sumber pekerjaan
bagi warga sekitar, banyak yang belajar di galeri saya untuk kemudian
diterapkan menjadi sebuah karya seni handicraft
yang bagus dan berkualitas sehingga bisa meningkatkan potensi diri yang
dimiliki”, ujar beliau sambil memperkenalkan beberapa orang karyawannya.
Pemasaran
produk Poes Craft sampai saat ini masih terbatas pada 3 (tiga) segmen yaitu
komunitas (grup-grup arisan, organisasi tertentu, dan lain-lain); secara online
melalui sarana belanja online atau media sosial (instagram, facebook, website/blogspot, dan sebagainya); dan melalui
pameran yang pernah beliau ikuti baik di dalam negeri maupun level
internasional misalnya seperti Handmade Korean Fair Seoul 2018, INACRAFT 2018,
TELKOMCRAFT Indonesia 2018, Gelar Batik Nusantara Tahun 2017, Jakarta
International Handicraft Trade Fair 2017, dan masih banyak pameran lainnya.
Beliau bercerita, “Alhamdulillah Mas, Poes Craft ini untuk pertama kali go international-nya itu sekitar tahun
2013 yaitu mengikuti sebuah pameran di Den Haag, Belanda, dan sampai sekarang
sudah sebanyak 9 (sembilan) negara yang saya kunjungi untuk mencoba
memperkenalkan produk Poes Craft yaitu Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam,
Vietnam, Jepang, Rusia, Korea Selatan, Thailand, dan Belanda. Semua itu adalah
karunia dari Allah Yang Maha Kuasa dan saya selalu bersyukur untuk itu semua”.
Ibu
Ratih juga berpendapat mengenai perkembangan usaha kerajinan tangan
(handicraft/handmade) di Indonesia khususnya wilayah Jakarta. Beliau berkata, “kerajinan
tangan seperti yang saya telah lakukan sampai saat ini menjadi sebuah contoh
bahwa kualitas dari produk yang dihasilkan adalah sudah sangat baik bahkan terbaik.
Banyak pengusaha kerajinan tangan yang memiliki kreatifitas, inovasi, bahkan
ide-ide pemikiran yang diwujudkan dalam karya-karyanya telah mewarnai dunia
usaha kerajinan. Saran saya adalah agar para pengusaha kerajinan ini
difasilitasi lebih baik lagi oleh pemerintah dalam rangka upaya pengembangan
produk kerajinan sehingga bisa menembus level internasional melalui sarana
seperti pameran, event pertukaran budaya, dan sebagainya”.
Harapan
dan impian yang ingin diwujudkan oleh Ibu Ratih sebagai seorang ibu dan juga aktor
penggerak kaum perempuan bagi lingkungan di sekitarnya yaitu para perempuan
bisa mengoptimalkan kemampuannya dengan berkarya (produktif dalam menghasilkan
sebuah produk) di rumah, tidak harus bekerja di kantor, atau dimanapun sambil
mendampingi perkembangan tumbuh kembang anak sehingga dapat meningkatkan
penghasilan rumah tangga. “Apabila penghasilan rumah tangga meningkat maka
kesejahteraannya pasti akan meningkat”, ujar beliau mengakhiri diskusi yang sangat
berkesan dan menginspirasi.
Demikian
artikel mengenai kisah Ibu Ratih Puspitawati, seorang ibu yang tangguh, pantang
menyerah, kreatif, dan inovatif, serta menjadi sumber inspirasi bagi
orang-orang di lingkungan sekitarnya dan menjadi penggerak kaum perempuan untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi sebuah karya yang produktif.
Teruskan perjuangan dan pengabdianmu Ibu Ratih untuk mengharumkan Jakarta dan
Indonesia di dunia internasional.
“Ikuti
cerita #AksiHidupBaik lainnya di akun Youtube dan Instagram @Ibu.Ibukota”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar